5 Gadget yang Menipu Anda Setiap Hari

Gadget diciptakan untuk mempermudah manusia dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. Beberapa diantaranya dibuat untuk membantu kita dalam mengukur suatu benda di sekitar kita. Namun tahukah Anda bahwa beberapa gadget ukur yang kita gunakan tidak sepenuhnya akurat dalam mengukur sehingga kita merasa tertipu olehnya. Berikut unikgaul.com mearngkum 5 Gadget yang Menipu Anda Setiap Hari.

1. Fuel Meter

 
Bagi para pengguna kendaraan bermotor, kehadiran fuel meter atau alat pengukur bahan bakar sangatlah membantu. Namun secara tidak sadar, gadget ini tidak benar-benar akurat dalam mengukur kapasitas bahan bakar. Sebagai contoh ketika tanki penuh skala akan menunjukkan batas penuh(Full) begitu juga apabila bahan bakar berkurang menjadi 80% begitu juga sebaliknya.


2. Tombol Elevator

Elevator atau sering kita menyebut lift merupakan alat yang mempermudah kita dalam berpindah ke ruangan lain. Umumnya terdapat bermacam tombol pada lift seperti nomor lantai, pembuka & penutup pintu serta tombol atas bawah pada bagian luar lift. Tombol di luar lift inilah yang sering membohongi kita karena pada saat kita menekan tombol yang kita inginkan sebenarnya keadaan lift tidak benar-benar sama dengan posisi tombol. Karena itu sering kita menunggu lama setelah menekan tombol di luar lift.


3. Alat Penimbang Badan

Untuk Anda yang peduli dengan berat badan maka alat penimbang badan tidak jauh dari Anda. Alat yang berfungsi sebagai penimbang bobot tubuh setelah diteliti secara detail ternyata tidak menunjukkan data yang sebenarnya. Walaupun hanya selisih beberapa ons akan sangat berpengaruh bagi Anda yang tengah menjalani program diet.


4. Navigasi GPS

GPS membantu kita dalam menentukan posisi kita, selain itu juga dapat digunakan untuk memandu perjalanan. Saat penentuan posisi awal, GPS bekerja secara maksimal, namun tidak saat Anda mulai meninggalkan posisi awal sejauh 100 m. Pada posisi itu GPS memberikan data posisi yang tidak akurat sehingga Anda harus berhati-hati agar tidak salah lokasi.


5. Speedometers

 Gadget terakhir yang menipu Anda adalah speedometer. Alat yang berfungsi sebagai pengukur kecepatan kendaraan ini biasanya menggunakan patokan putaran pada ban depan untuk mengukur kecepatan. Akan tetapi hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan kecepatan yang sebenarnya karena jarum tidak responsif, oleh karena itu diciptakanlah spedometer digital.

5 merek elektronik buatan China yang populer di Indonesia

Tingginya konsumsi Indonesia mendorong negara lain berbondong-bondong membidik pasar Indonesia dengan berbagai gempuran produk, tidak terkecuali produk elektronik terutama dari China.

Data Kementerian Perindustrian impor produk elektronika dan telematika meningkat tajam dalam lima tahun terakhir. Apabila dihitung rata-rata mencapai 59,31 persen per tahun.

Akan terapi, produk elektronik yang membanjiri Indonesia didominasi produk asal China terutama jenis laptop dan telepon seluler (ponsel).

Meningkatnya produk China di pasaran Indonesia, dikarenakan barang yang dijual di pasaran lebih murah dibandingkan barang yang lainnya.

Paling tidak, dalam hasil survai Top Brand Award produk elektronika dan telematika produk China yang diingat masyarakat, di antaranya:

1. Changhong
 
 Produk asal negeri panda ini sangat populer bagi masyarakat Indonesia, khususnya untuk produk televisi dan AC.

Perusahaan yang berbasis di Mianyang, China ini didirikan pada 1985, mulai membuat televisi pada 1972. Pada tahun 2011, perusahaan ini telah mengantongi pendapatan USD 8 miliar.

Indonesia sendiri, seperti dilansir dalam situs perusahaan tersebut, menjadi negara utama garapan perusahaan ini. Produk China ini mulai merambah Indonesia setelah krisis ekonomi 1999.
 

2. Cross

Hampir di setiap pasar tradisional di Indonesia, saat ini ada gerai kaki lima atau kios penjualan pulsa, menjual produk telepon seluler Cross ini karena harga yang ditawarkan sangat murah.

Perusahaan yang memiliki unit perakitan di China, mengirim pasokan ponsel dalam jumlah yang bersaing dengan Nokia. Ada 40 varian produk Cross yang saat ini beredar di pasaran Tanah Air.

Produk ini diklaim perseroan dalam lamannya, sebuah merek handphone yang diciptakan khusus untuk pasar di Indonesia dalam memenuhi kebutuhan komunikasi, chatting, sms, browsing internet, mendengarkan musik, nonton televisi, video dan main games.
 

3. Asatron

Produk China lainnya yang memenangkan pertempuran dan penghargaan Top Brand Award, adalah Asatron untuk produk jenis audio tape. 

Produk ini masuk ke Indonesia melalui perusahaan PT Asatorindo Agung, yang berdomisili di Cimareme, Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat. 

Data Kementerian Perindustrian, penjualan perangkat audio pada semester pertama tercatat sebesar Rp 14,02 miliar.


4. Samba

Untuk produk jenis ini, Kementerian Perdagangan mencatat penjualan disk player dan DVD turun 3 persen dari Rp 71,2 miliar pada Mei 2012 menjadi Rp 69,3 miliar pada semester pertama 2012.

Akan tetapi, DVD merek Samba masih terpopuler bagi masyarakat Indonesia, dengan didapatkannya penghargaan Top Brand Award tahun ini.

5. IMO Tablet

Sedikitnya ada enam varian produk Tablet PC yang dikeluarkan perusahaan ini. Pemerintah sendiri mengaku Indonesia sudah mampu memasok sekitar 40 persen komponen untuk memproduksi komputer tablet. 

Langkah ini sekaligus membuka peluang realisasi rencana beberapa vendor komputer global membangun fasilitas produksi komputer tablet di Tanah Air.

10 Persaingan Iklan Tersengit di Dunia

1. FedEX vs DHL
http://www.didunia.net/
Truk berwarna putih telah lama menjadi sebuah icon untuk merek FedEX. Lalu bagaimana dengan truk berwarna kuning, jika kita boleh menebak iklan sengit itu ditujukan kepada DHL.


2. Pepsi vs Coke

Tidak diragukan lagi, Pepsi dan Coca - Cola adalah merek yang paling sukses di dunia. Diperkenalkan pada tahun 1886 dan 1903, masing-masing, keduanya menjadi saingan satu sama lain berusaha untuk mendominasi pasar minuman ringan berkarbonasi. mencoba untuk memimpin satu sama lain. 


3. Burger King vs McDonald's

Iklan kompetitif yang tidak sehat tidak diijinkan di semua negara. Tapi terkadang, perusahaan - perusahaan tertentu melanggarnya dengan membuat iklan kompetitif tidak sehat yang terselubung. Samar tapi nyata. Seperti iklan ini, contoh jelas yang menunjukkan persaingan antara Burger King dan McDonalds.


4. Audi vs BMW

http://www.didunia.net/
Perang iklan terjadi disana - sini, mereka berusaha menciptakan dan mendapatkan perspektif produk terbaik di mata konsumen dibandingkan rivalnya. Hal ini tidak mengherankan, karena perspektif sebuah produk mampu mempengaruhi penjualan.

Tagline pada gambar berbunyi "This is what happens if you don't have Quattro". Pencitraan itu berusaha mendapatkan perspektif Audi RS 4 lebih baik daripada BMW M3.


5. Pepsi vs Coca - Cola

Contoh lain dari perang iklan minuman bersoda. Beli "Coca - cola berlokasi di lantai dua"  Pepsi membalas "Ada dimana - mana".


6. Diet Coke vs Starbucks


 
7. BMW vs Mercedes

Mobil - mobil BMW diangkut oleh truk bermerek Mercedez.
 

8. Kingfisher Airlines vs Jet Airways

Jet Airways, adalah salah satu perusahaan penerbangan terkemuka di India, mengumumkan kepada pelanggan mereka bahwa mereka telah berubah. Kingfisher Airlines memasang iklan dibawah papan iklan mereka yang bertuliskan "Kami yang membuat mereka berubah."


9. Hindu vs Times of India


Perang iklan terbaru antara media cetak raksasa Hindu dan Times of India. Hindu ingin menunjukkan bahwa berita mereka lebih jelas, lebih relevan dan lebih pintar.


10. Heineken vs Don't Drink and Drive campaigns

http://www.didunia.net/
Papan iklan minuman Heineken, disampingnya terpasang kampanye peringatan "Jangan minum sambil menyetir"